Lambang

Korem 074/Warastratama
PENJELASAN MAKNA ARTI DHUAJA KOREM 074 WARASTRATAMA
A. UKURAN : Dhuaja KOREM berbentuk segi empat, panjang
lebar berukuran 60 X 90 Cm.
B. WARNA DASAR : Dhuaja dibuat dari pada kain bludru hijau
rumput sebagai dasar dengan tepian jumbai-
jumbai (Franje) kuning emas berukuran Cm.
C. BENTUK DAN ARTI :
1. Bentuk suatu persegi/bulat melambangkan arti pagar atau kekuatan
guna menghadapi segala malapetaka yang mengancam keselamatan negara dan
bangsa, bentuk bulat melambangkan kebulatan tekad.
2. Bintang diatas dan letaknya ditengah, melambangkan bahwa ABRI TNI/
AD suatu kekuatan guna menjamin ketentraman bangsa. Demikian pula fungsi
bintang, sebagai benda alam yang bersinar dan mengisi serta menghiasai
angkasa raya serta menjadi petunjuk iklim memberi arti kiasan : Bahwa ABRI,
TNI/ AD wajib tetap menjadi suri tauladan (tulang punggung) masyarat dan
sebagai petunjuk jalan.
3. Padi dan kapas melambangkan bahwa masyarakat dalam amal baktinya
menggalang cita-cita adil makmur serta kesejahteraan merata (padi berarti =
pangan, kapas berarti = sandang) Jumlah butir padi 45 butir, bunga kapas 8,
kelopak bunga 17 hal ini menunjukan saat lahirnya Negara Republik Indonesia
pada tanggal 17-8-1945.
4. Bentuk Keris melambangkan bahwa:
a. Bilah hitam berarti : Bilah keris adalah tajam, Hitam
adalah tenang, melambangkan jiwa yang tenang dan tajam ialah
bijaksana.
b. Tangkai putih berarti: Tangkai adalah pegangan, Putih
berarti suci, melambangkan pegangan harus memiliki sifat dan dasar
kesucian serta memegang teguh kejujuran, kebenaran dan keadilan.
c. Pamor putih berarti : Kebersihan rohani yang menimbulkan
kewaspadaan.
d. Keris bersinar tujuh mengartikan : Bahwa setiap gerak gerik
kita harus selalu berpegang pada Sapta Maraga sebagai pedoman
prajurit. Melambangkan pula keagungan agar mejadi tauladan dalam
setiap cara berfikir dan amalan demi Nusa dan Bangsa.
e. Senjata dilukiskan dalam keadaan berdiri tegak lurus,
sebagai lambang keteguhan dan ketabahan serta ketenagan lahir dan
batin.
5. Tiga (3) buah Gunung yang melukiskan :
a. Tinjuan geografis : letak daerah Korem 074/Surakarta berada
diantara tiga gunung-gunung besar ialah : Gunung Merapi, Gunung
Merbabu dan Gunung Lawu.
b. Tinjuan simbolis : Gunung mempunyai watak agung, megah,
unggul, tabah dan sentausa.
6. Lukisan Benteng yang berpinggul 5 (lima) melukiskan :
a. Benteng berfungsi alat pertahanan/pelindung.
b. Lima (5) kepala pinggul benteng, melambangkan dasar negara
kita adalah Pancasila, berwarna keemasan menuju kejayaan.
Dibawah benteng tersebut mempunyai pondasi yang terdiri dari 25
(dua puluh lima) buah bagian, menggambarkan diresmikannya Korem
074/Surakarta pada tanggal 25 April 1966.
7. Lukisan Air Bergelombang 4 (empat) yang bermakna diresmikannya
Korem 074/Surakarta ialah bulan April.
8. Pita yang terletak dibawah merupakan pita bakti (melengkung) pada
bagian kedua ujungnya melipat cekung kemuka (membuka) yang bermakna:
menengadah (Djawa : Panguswapada, yang selalu bersikap menengadah kepada
Yang Maha Esa, manguswa sumungkem/tansah matrapake sembah marang gustine).
9. Tulisan didalam Pita bertuliskan “WARASTRATAMA” yang artinya:
Senjata Utama dari rangkaian kata-kata :
a. Warastra adalah Keris
b. Tama adalah Utama
Keris adalah senjata pusaka dan kebanggaan nenek moyang atau
leluhur kita, yang mempunyai sifat memberikan perlindungan kepada
sipemakai.
10. Perisai seluruhnya memberi arti: bahwa rasa kesadaran bertuhan yang
menjiwai kemerdekaan negara dan bangsa kita, patutlah kita insyafi akan
kwajiban didalam membina keutuhan serta kebulatan tekat bagi segenap lapisan
masyarakat yang dipelopori oleh ABRI TNI/ AD ialah demi tercapainya pangkal
cita yang luhur, menuju masyarakat adil/makmur, sejahtera serta keselamatan
Nusa dan Bangsa.
D. ARTI WARNA, NAMA DHUAJA DAN STANDARKOP DHUAJA:
1. ARTI WARNA DHUAJA :
a. Warna Putih: Suci (melambangkan dasar kesucian
dalam segalanya)
b. Warna Kuning Emas: Cahaya (melambangkan kemahiran untuk
hasil prestasi yang gemilang dan kesuksesan)
c. Warna Merah: Berani (melambangkan gagah berani
dlam menghadapi lawan)
d. Warna Hitam: Ketenangan (melambangkan tenang
dalam menghadapi apapun)
e. Warna Biru Muda: Kesetiaan (melambangkan kesetiaan dan
pengabdian kepada Nusa dan Bangsa)
f. Warna Biru Tua: Jujur (melambangkan pemikiran yang jernih)
g. Warna Hijau Lumut: Kedamaian (melambangkan damai dalam
mengayomi masyarakat tanpa batas)
2. ARTI NAMA WARASTRATAMA adalah Senjata utama dari rangkaian kata-
kata :
a. Warastra adalah Keris
b. Tama adalah Utama
Keris adalah senjata pusaka dan kebanggaan nenek moyang atau
leluhur kita, yang mempunyai sifat memberikan perlindungan kepada
sipemakai.
3. ARTI LETAK :
a. Tinjauan Geografis : Yang artinya ditengah daerah surakarta
mengalir sungai bengawan solo
b. Tinjauan Simbolis : Yang artinya Air berwatak tidak
membekas dan menghidupi setiap insan. dalam dekorasi dasar berwarna
biru muda, melambangkan kesetiaan dan pengabdian kepada Nusa dan
Bangsa.
4. MAKNA ARTI DHUAJA WARASTRATAMA :
Korem 074 Surakarta dilahirkan pada tanggal 25 April 1966 didalam tugasnya
memegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit didalam wadah Negara
Pancasila dan bertujuan Memayu Hayuning Bawono, Yang memiliki arti dasar
bertujuan pada “Pengabdian Menuju Masyarakat Adil Makmur Tentram Karto
Raharjo”.
5. ARTI MAKSUD STANDARKOP (TIANG/MAHKOTA KEDUDUKAN
DHUAJA):
a) Ukuran :
1) Tangkai panjangnya 2 (dua) Meter, terbuat dari
Jenis kayu Cendana, dengan diameter (garis tengah) 4 Cm.
2) Kepala dibuat dari bahan logam kuningan dengan
warna brons emas.
b) Bentuk dan arti Standarkop :
1) Bagian kepala standar berbentuk suatu cerana
(bokor) yang lazim digunakan sebagai tempat sesaji bunga
setaman, maka dinamakan cerana sesaji. Makna dari pada ini
di kandung maksud suatu kebaktian atau darma bakti (jawa :
sesaji atau leladi) ataupun sebagai suatu persembahan amal
yang penuh dengan rasa keiklasan dan kerelaan.
2) Bagian dasar dari pada cerana tersebut terlukis
adanya daun-daun kelopak bunga (kelk bladdjos) yang
jumlahnya terdapat 5 (lima). Sedangkan bagian atasnya
terlukis daun-daun bunga (kroonbladdjos) yang jumlahnya 7
(tujuh).
Lukisan tersebut menggambarkan dan memberi arti : bahwa
dengan Pancasila dan Sapta Marga cukuplah membekali akan
perkembangan serta pemekaran setiap pribadi pada masa
kedewasaanya didalam menjadikan baktinya kepada Nusa dan
Bangsa.
3) Diatas lukisan bunga mekar tadi, terdapat suatu
alas yang memberikan ruangan untuk menulis tahun lahirnya
kesatuan dalam bentuk surya sangkala menunjukan tahun
kelahiran pada Korem 074/Surakarta yang berbunyi: MOSIKING
ROSO TRUS MANUNGGAL.
” MOSIKING ROSO TRUS MANUNGGAL”
a) MOSIK : MEMPUNYAI WATAK 6 (ENAM)
b) ROSO : MEMPUNYAI WATAK 6 (ENAM)
c) TRUS : MEMPUNYAI WATAK 9
(SEMBILAN)
d) MANUNGGAL : MEMPUNYAI WATAK 1 (SATU)
Keseluruhan menunjukan tahun masehi : ”1966”
Arti dari pada rangkaian sangkala tesebut ialah :
”cetusan cita- cita untuk menuju kesatuan
dan persatuan”.
4) Tangan menggenggam keris :
Keris bereluk 3 (tiga) bermakna : Keris jangkung, jangkung
berarti ngayomi. Bilah keris warna hitam mengandung arti
Tajam dan tenang Warna pamor putih berarti : Kesucian,
pamor adalah inti (kern) menggatikan suci dan bersih.
5) Tangkai putih : melambangkan bahwa pemegang harus
memiliki watak dan sifat suci, dan memegang kejujuran,
kebenaran dan keadilan.
Keris tegak lurus berdiri berarti : sebagi penegak hukum,
adil dan bijaksana atau lambang keteguhan dan ketabahan
serta ketenangan.
E. KESIMPULAN ARTI DHUAJA KOREM 074/WRT KESELURUHAN:
Bahwa didalam suatu satuan Komando wajib selalu memegang teguh pada dasar- dasar keprajuritan, berjiwa Pancasila dan Sapta Marga, suci tanpa pamrih, setia pada sumbernya dan bijaksana didalam menunaikan tugas untuk kepentingan Nusa dan Bangsa pada pengabdiannya. Siap siaga memusnahkan setiap penghalang dan perintang didalam melindungi (ngayomi) Negara Pancasila.
Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.






