Lambang

Lambang

Senin, 23 April 2018 00:27 WIB
Arti dan Makna Lambang
Korem 074/Warastratama

PENJELASAN MAKNA ARTI DHUAJA KOREM 074 WARASTRATAMA

A.	UKURAN          	        : 	Dhuaja KOREM berbentuk segi empat, panjang 
                                                        lebar berukuran 60 X 90 Cm.
B.	WARNA DASAR 	        : 	Dhuaja dibuat dari pada kain bludru hijau 
                                                        rumput sebagai dasar dengan tepian jumbai- 
                                                        jumbai (Franje) kuning emas berukuran Cm.
C.	BENTUK DAN ARTI 	:

       1.	Bentuk suatu persegi/bulat melambangkan arti pagar atau kekuatan 
       guna menghadapi segala malapetaka yang mengancam keselamatan negara dan 
       bangsa, bentuk bulat melambangkan kebulatan tekad.
       2.	Bintang diatas dan letaknya ditengah, melambangkan bahwa ABRI TNI/ 
       AD suatu kekuatan guna menjamin ketentraman bangsa. Demikian pula fungsi 
       bintang, sebagai benda alam yang bersinar dan mengisi serta menghiasai 
       angkasa raya serta menjadi petunjuk iklim memberi arti kiasan : Bahwa ABRI, 
       TNI/ AD wajib tetap menjadi suri tauladan (tulang punggung) masyarat dan 
       sebagai petunjuk jalan.
       3.	Padi dan kapas melambangkan bahwa masyarakat dalam amal baktinya 
       menggalang cita-cita adil makmur serta kesejahteraan merata (padi berarti = 
       pangan, kapas berarti = sandang) Jumlah butir padi 45 butir, bunga kapas 8, 
       kelopak bunga 17 hal ini menunjukan saat lahirnya Negara Republik Indonesia 
       pada tanggal 17-8-1945.
       4.	Bentuk Keris melambangkan bahwa:
                a.	Bilah hitam berarti : Bilah keris adalah tajam, Hitam 
                adalah tenang, melambangkan jiwa   yang tenang dan tajam ialah 
                bijaksana.
                b.	Tangkai putih berarti: Tangkai adalah pegangan, Putih 
                berarti suci, melambangkan pegangan harus memiliki sifat dan dasar 
                kesucian serta memegang teguh kejujuran, kebenaran dan keadilan.
                c.	Pamor putih berarti : Kebersihan rohani yang menimbulkan 
                kewaspadaan.
                d.	Keris bersinar tujuh mengartikan : Bahwa setiap gerak gerik 
                kita harus selalu berpegang pada Sapta Maraga sebagai pedoman 
                prajurit. Melambangkan pula keagungan agar mejadi tauladan dalam 
                setiap cara berfikir dan amalan demi Nusa dan Bangsa.
                e.	Senjata dilukiskan dalam keadaan berdiri tegak lurus, 
                sebagai lambang keteguhan dan ketabahan serta ketenagan lahir dan 
                batin.
       5.	Tiga (3) buah Gunung yang melukiskan :
                a.	Tinjuan geografis : letak daerah Korem 074/Surakarta berada 
                diantara tiga gunung-gunung besar ialah : Gunung Merapi, Gunung 
                Merbabu dan Gunung Lawu.
                b.	Tinjuan simbolis : Gunung mempunyai watak agung, megah, 
                unggul, tabah dan sentausa.
       6.	Lukisan Benteng yang berpinggul 5 (lima) melukiskan :
                a.	Benteng berfungsi alat pertahanan/pelindung.
                b.	Lima (5) kepala pinggul benteng, melambangkan dasar negara 
                kita adalah Pancasila, berwarna keemasan menuju kejayaan.
                Dibawah benteng tersebut mempunyai pondasi yang terdiri dari 25 
                (dua puluh lima) buah bagian, menggambarkan diresmikannya Korem 
                074/Surakarta pada tanggal 25 April 1966.
       7.	Lukisan Air Bergelombang 4 (empat) yang bermakna diresmikannya 
       Korem 074/Surakarta ialah bulan April.
       8.	Pita yang terletak dibawah merupakan pita bakti (melengkung) pada 
       bagian kedua ujungnya melipat cekung kemuka (membuka) yang bermakna: 
       menengadah (Djawa : Panguswapada, yang selalu bersikap menengadah kepada 
       Yang Maha Esa, manguswa sumungkem/tansah matrapake sembah marang gustine).
       9.	Tulisan didalam Pita bertuliskan “WARASTRATAMA” yang artinya: 
       Senjata Utama dari rangkaian kata-kata :
                a.	Warastra adalah Keris
                b.	Tama adalah Utama
                Keris adalah senjata pusaka dan kebanggaan nenek moyang atau 
                leluhur kita, yang mempunyai sifat memberikan perlindungan kepada 
                sipemakai.
       10.	Perisai seluruhnya memberi arti: bahwa rasa kesadaran bertuhan yang 
       menjiwai kemerdekaan negara dan bangsa kita, patutlah kita insyafi akan 
       kwajiban didalam membina keutuhan serta kebulatan tekat bagi segenap lapisan 
       masyarakat yang dipelopori oleh ABRI TNI/ AD ialah demi tercapainya pangkal 
       cita yang luhur, menuju masyarakat adil/makmur, sejahtera serta keselamatan 
       Nusa dan Bangsa.

D.	ARTI WARNA, NAMA DHUAJA DAN STANDARKOP DHUAJA:
        1.	ARTI WARNA DHUAJA :
                a.	Warna	Putih:	Suci	(melambangkan	dasar	kesucian	 
                dalam segalanya)
                b.	Warna Kuning Emas: Cahaya (melambangkan kemahiran untuk 
                hasil prestasi yang gemilang dan kesuksesan)
                c.	Warna	Merah:	Berani	(melambangkan	gagah	berani	 
                dlam menghadapi lawan)
                d.	Warna	Hitam:	Ketenangan	(melambangkan	tenang	 
                dalam menghadapi apapun)
                e.	Warna Biru Muda: Kesetiaan (melambangkan kesetiaan dan 
                pengabdian kepada Nusa dan Bangsa)
                f.	Warna Biru Tua: Jujur (melambangkan pemikiran yang jernih)
                g.	Warna Hijau Lumut: Kedamaian (melambangkan damai dalam 
                mengayomi masyarakat tanpa batas)

         2.	ARTI NAMA WARASTRATAMA adalah Senjata utama dari rangkaian kata- 
         kata :
                a.	Warastra adalah Keris
                b.	Tama adalah Utama
                Keris adalah senjata pusaka dan kebanggaan nenek moyang atau 
                leluhur kita, yang mempunyai sifat memberikan perlindungan kepada 
                sipemakai.

         3.	ARTI LETAK :
                a.	Tinjauan Geografis : Yang artinya ditengah daerah surakarta 
                mengalir sungai bengawan solo
                b.	Tinjauan Simbolis : Yang artinya Air berwatak tidak 
                membekas dan menghidupi setiap insan. dalam dekorasi dasar berwarna 
                biru muda, melambangkan kesetiaan dan pengabdian kepada Nusa dan 
                Bangsa.

         4.	MAKNA ARTI DHUAJA WARASTRATAMA :
         Korem 074 Surakarta dilahirkan pada tanggal 25 April 1966 didalam tugasnya 
         memegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit didalam wadah Negara 
         Pancasila dan bertujuan Memayu Hayuning Bawono, Yang memiliki arti dasar 
         bertujuan pada “Pengabdian Menuju Masyarakat Adil Makmur Tentram Karto 
         Raharjo”.

         5.	ARTI	MAKSUD	STANDARKOP 	(TIANG/MAHKOTA	KEDUDUKAN
         DHUAJA):
                a)	Ukuran :
                        1)	Tangkai panjangnya 2 (dua) Meter, terbuat dari 
                        Jenis kayu Cendana, dengan diameter (garis tengah) 4 Cm.
                        2)	Kepala dibuat dari bahan logam kuningan dengan 
                        warna brons emas.
                b)	Bentuk dan arti Standarkop :
                        1)	Bagian kepala standar berbentuk suatu cerana 
                        (bokor) yang lazim digunakan sebagai tempat sesaji bunga 
                        setaman, maka dinamakan cerana sesaji. Makna dari pada ini 
                        di kandung maksud suatu kebaktian atau darma bakti (jawa : 
                        sesaji atau leladi) ataupun sebagai suatu persembahan amal 
                        yang penuh dengan rasa keiklasan dan kerelaan.
                        2)	Bagian dasar dari pada cerana tersebut terlukis 
                        adanya daun-daun kelopak bunga (kelk bladdjos) yang 
                        jumlahnya terdapat 5 (lima). Sedangkan bagian atasnya 
                        terlukis daun-daun bunga (kroonbladdjos) yang jumlahnya 7 
                        (tujuh).
                        Lukisan tersebut menggambarkan dan memberi arti : bahwa 
                        dengan Pancasila dan Sapta Marga cukuplah membekali akan 
                        perkembangan serta pemekaran setiap pribadi pada masa 
                        kedewasaanya didalam menjadikan baktinya kepada Nusa dan 
                        Bangsa.
                        3)	Diatas lukisan bunga mekar tadi, terdapat suatu 
                        alas yang memberikan ruangan untuk menulis tahun lahirnya 
                        kesatuan dalam bentuk surya sangkala menunjukan tahun 
                        kelahiran pada Korem 074/Surakarta yang berbunyi: MOSIKING 
                        ROSO TRUS MANUNGGAL.

                                  ” MOSIKING ROSO TRUS MANUNGGAL”
                                 a)	MOSIK		: MEMPUNYAI WATAK 6 (ENAM)
                                 b)	ROSO		: MEMPUNYAI WATAK 6 (ENAM)
                                 c)	TRUS		: MEMPUNYAI WATAK 9 
                                                                  (SEMBILAN)
                                 d)	MANUNGGAL	: MEMPUNYAI WATAK 1 (SATU)

                                 Keseluruhan menunjukan tahun masehi : ”1966”
                                 Arti dari pada rangkaian sangkala tesebut ialah : 
                                 ”cetusan cita- cita        untuk menuju kesatuan 
                                 dan persatuan”.

                        4)	Tangan menggenggam keris :
                        Keris bereluk 3 (tiga) bermakna : Keris jangkung, jangkung 
                        berarti ngayomi. Bilah keris warna hitam mengandung arti 
                        Tajam dan tenang Warna pamor putih berarti : Kesucian, 
                        pamor adalah inti (kern) menggatikan suci dan bersih.

                        5)	Tangkai putih : melambangkan bahwa pemegang harus 
                        memiliki watak dan sifat suci, dan memegang kejujuran, 
                        kebenaran dan keadilan.
                        Keris tegak lurus berdiri berarti : sebagi penegak hukum, 
                        adil dan bijaksana atau lambang keteguhan dan ketabahan 
                        serta ketenangan.

E.	KESIMPULAN ARTI DHUAJA KOREM 074/WRT KESELURUHAN:
Bahwa didalam suatu satuan Komando wajib selalu memegang teguh pada dasar- dasar keprajuritan, berjiwa Pancasila dan Sapta Marga, suci tanpa pamrih, setia pada sumbernya dan bijaksana didalam menunaikan tugas untuk kepentingan Nusa dan Bangsa pada pengabdiannya. Siap siaga memusnahkan setiap penghalang dan perintang didalam melindungi (ngayomi) Negara Pancasila.

Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.