Ada Jembatan Garuda, Warga Tawangsari Sukoharjo Tak Perlu Tempuh Jalur Memutar
Masyarakat tiga desa di wilayah Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, kini tak lagi harus memutar sejauh enam kilometer-tujuh kilometer (km) untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo. Mereka bisa memanfaatkan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Tambakboyo, Desa Majasto, dan Desa Tangkisan di wilayah kecamatan tersebut.
Seremonial peresmian Jembatan Garuda di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Tawangsari, Pemerintah Desa Tambakboyo, serta puluhan warga setempat.
Peresmian Jembatan Garuda diawali dengan pengguntingan pita oleh Dandim. Selepas diresmikan, sejumlah warga melewati jembatan gantung untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo. Mereka naik sepeda ontel dan sepeda motor melewati jembatan gantung sepanjang 110 meter.
“Sebelum dibangun jembatan, warga Desa Majasto harus memutar sejauh tujuh kilometer. Sekarang, sudah ada jembatan yang bisa dilewati untuk menyeberangi sungai,” kata seorang warga Desa Tambakboyo, Lilik, Rabu (24/6/2026).
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengatakan pembangunan Jembatan Garuda bermanfaat bagi warga tiga desa di Tawangsari. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, Jembatan Garuda juga memperlancar distribusi barang dan jasa yang menggerakkan roda perekonomian desa.
Ia berharap Jembatan Garuda bisa dimanfaatkan selamanya oleh warga setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini hanya bisa dilewati pejalan kaki, pengayuh sepeda, dan pengendara motor. Masyarakat tak perlu lagi memutar sehingga lebih efektif dan efisien,” ujar dia.
Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin mengatakan proyek pembangunan Jembatan Garuda dikerjakan selama kurang lebih 40 hari. Keberadaan jembatan memiliki nilai strategis dan ekonomis karena mampu meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.
“Mewakili pemerintah desa dan warga Tambakboyo, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Jembatan ini memperkuat konektivitas antarwilayah di Tawangsari,” papar dia.
Sementara itu, Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Reza Sahputra, menyampaikan ada tiga Jembatan Garuda yang segera dibangun di lokasi lainnya, yakni Tambakboyo-Majasto, Kedungjambal di Tawangsari, serta satu lokasi lain di Desa Tepisari di Polokarto.
Tak menutup kemungkinan, Jembatan Garuda dibangun di lokasi lain di Sukoharjo.
“Jembatan Garuda ini program strategis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu dekat, Jembatan Garuda bakal dibangun di lokasi lain,” urai Dandim.
Penulis
Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.







Berikan Tanggapan Anda