Angkong Sederhana, Simbol Gotong Royong dan Pengabdian di Joyotakan

Angkong Sederhana, Simbol Gotong Royong dan Pengabdian di Joyotakan

Senin, 16 Februari 2026 07:41 WIB Publikasi Kodim0735/Ska

Di bawah langit mendung yang menutupi sinar matahari, semangat tak pernah surut. Pada Minggu (15/02/2026), anggota Satgas TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 Kodim 0735/Surakarta bersama masyarakat dan unsur organisasi kemasyarakatan bahu-membahu mendorong angkong berisi pasir dan tanah urug, menyusuri jalan yang belum rata di RT 05/06 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Angkong sederhana itu menjadi saksi bisu kerja nyata dan kebersamaan.

Dengan tenaga dan kekompakan, material terus diangkut demi mempercepat pembangunan saluran air sepanjang 327 meter menggunakan U-Ditch berukuran 80 cm x 80 cm. Setiap dorongan angkong bukan sekadar memindahkan pasir dan tanah, tetapi juga memindahkan harapan akan lingkungan yang lebih tertata dan bebas genangan.

Keringat yang menetes di antara canda ringan menjadi bukti bahwa pengabdian bukan hanya slogan. Prajurit TNI dan warga bergantian mengangkut material, memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan lancar dan tepat waktu. Kebersamaan itulah yang menjadikan pekerjaan berat terasa lebih ringan.

Danramil 03 Serengan, Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos, menyampaikan bahwa penggunaan alat sederhana seperti angkong justru mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh kegiatan TMMD.

“Tidak ada pekerjaan yang terasa ringan tanpa kebersamaan. Dengan alat seadanya, kami bersama masyarakat tetap optimis menyelesaikan seluruh sasaran tepat waktu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Saling membantu saat mengangkat material, berbagi cerita di sela istirahat, hingga tawa yang pecah di pinggir lokasi menjadi warna tersendiri dalam proses pembangunan.

Melalui program TMMD, komitmen untuk hadir di tengah masyarakat terus diwujudkan dalam aksi nyata. Angkong yang terus didorong itu bukan sekadar alat kerja, melainkan simbol semangat, ketulusan, dan pengabdian tanpa batas demi kemajuan bersama.

Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.

Artikel Terkait

Berikan Tanggapan Anda