Jembatan Garuda untuk Rakyat, TNI AD Perkuat Akses dan Konektivitas Wilayah
TNI Angkatan Darat melalui Korem 074/Warastratama terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur kewilayahan melalui program Jembatan Garuda, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program Jembatan Garuda merupakan inisiatif pembangunan jembatan sederhana yang dirancang fungsional dan adaptif, khususnya di wilayah dengan akses terbatas. Kehadiran jembatan ini ditujukan untuk memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses pendidikan dan layanan sosial masyarakat.
Danrem 074/Warastratama menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD yang berorientasi pada kebutuhan rakyat. “Jembatan Garuda dibangun sebagai solusi nyata atas keterbatasan akses masyarakat. TNI AD hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong pembangunan dan kesejahteraan wilayah,” ujar Danrem 074/Warastratama.
Pembangunan jembatan dilakukan melalui sinergi antara prajurit TNI AD dan masyarakat setempat, dengan mengedepankan prinsip gotong royong. Model konstruksi disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah sehingga efektif, efisien, dan aman digunakan oleh warga.
Di wilayah Korem 074/Warastratama, sejumlah Jembatan Garuda telah dibangun di titik-titik strategis yang sebelumnya sulit dijangkau. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Penulis
Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.









Berikan Tanggapan Anda