Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Wonogiri, Momen Hangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, menjadi lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Di balik proses pengerjaannya, tersimpan kisah kebersamaan dan kehangatan antara TNI dan masyarakat yang mencerminkan kuatnya semangat gotong royong. Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi saat personel TNI dan warga setempat melaksanakan istirahat makan siang bersama di lokasi kegiatan, Sabtu (17/1/2026).
Momen sederhana tersebut memperlihatkan secara nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tanpa sekat, tanpa perbedaan, personel TNI duduk berdampingan dengan warga, menikmati hidangan seadanya yang disiapkan secara gotong royong setelah menyelesaikan pekerjaan fisik pembangunan jembatan gantung.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu program strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan. Jembatan ini akan menghubungkan Desa Tambakmerang dengan Desa Selorojo, dua wilayah yang selama ini membutuhkan akses yang lebih aman dan efisien untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari.
Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Tak hanya itu, pembangunan jembatan juga menjadi simbol kehadiran negara melalui peran aktif TNI dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Di sela-sela aktivitas pembangunan, suasana akrab terlihat jelas ketika TNI dan warga menikmati waktu istirahat bersama. Makan siang yang dilakukan secara sederhana di lokasi kegiatan justru memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan.
Warga dengan sukarela menyiapkan makanan, sementara personel TNI turut membantu dan menikmati hidangan tanpa perbedaan. Interaksi ini mencerminkan hubungan harmonis yang telah terjalin, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang hasil fisik, tetapi juga tentang proses kebersamaan.
Kegiatan makan bersama ini tidak sekadar menjadi waktu beristirahat dari aktivitas berat pembangunan jembatan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat jelas, diselingi canda dan obrolan ringan. Inilah gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana kehadiran TNI tidak hanya sebagai aparat negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.
Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam Pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Baik TNI maupun masyarakat bekerja bahu-membahu, saling membantu, dan saling mendukung demi tercapainya tujuan bersama.
Budaya gotong royong ini menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa. Dengan kerja sama yang solid, pekerjaan berat terasa lebih ringan, dan target pembangunan dapat dicapai dengan lebih cepat dan efisien.
Keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, TNI hadir langsung di tengah-tengah rakyat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memberikan kontribusi nyata.
Kehadiran TNI di lokasi pembangunan juga memberikan rasa aman dan semangat bagi warga. Sinergi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara aparat dan masyarakat.
Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pasiter Kodim 0728/Wonogiri, Kapten Inf Jumadi, menegaskan bahwa kebersamaan TNI dan masyarakat merupakan wujud nyata kemanunggalan dalam mendukung pembangunan wilayah.
“Dengan adanya kebersamaan dan kekompakan antara TNI dan masyarakat, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan. Kami berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini dapat berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Tambakmerang dan Desa Selorojo. Akses yang lebih mudah akan memperlancar aktivitas warga, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Selain itu, jembatan ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan membuka peluang usaha baru dan memperlancar arus barang serta jasa antarwilayah.
Dengan meningkatnya aksesibilitas, masyarakat dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.
Melalui Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan bekerja bersama rakyat, tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis
Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.







Berikan Tanggapan Anda